Saturday 31st of July 2010

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. Einstein |
|
|
|
|
Tinta Tumpah
|
MY BOYFRIEND, BOY FRIENDS |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 07 October 2009 07:25 |
|
Sekumpulan lelaki lajang, sedikit mapan dan player pastinya (or it was)…That’s My Boy Friend, Boy Friends.
Mr. A…Have a good look (better than any else in this gank they said hehehe) smart, rich, and absolutely playboy (if he want to)….hahaha
Mr. B…Bad Boys, believe in spiritual or spooky things, careless, easy to fall in love but always say “no she’s the one” (his self mechanism defend is so strong), and yups like the others he is absolutely playboy with specialization for youngest girl. Hehehe
|
|
Read more...
|
|
|
ANDA KENAL SAYA SIAPA..!!! |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 07 October 2009 07:25 |
|
Jakarta tambah terlihat tidak sedap dipandang mata menjelang pemilu 2009. Dua bulan sebelum pemilu Jakarta semakin terlihat “kotor” dengan banyaknya spanduk-spanduk atau baliho yang memuat foto-foto dari caleg DPRD, DPR RI sampai Balon Presiden. Dari spanduk extra besar dan bagus sampai spanduk-spanduk kecil yang sederhana mulai bertebaran disepanjang jalan Jakarta. Kalau mau jujur banyak dari foto-foto itu (terutama Caleg DPRD dan DPR RI) yang tidak familiar sebelumnya. Dari pose yang menampilkan wajah cantik dan sedap dipandang mata, sampai spanduk yang menampilkan wajah galak dan minim senyuman (ihh seram). Sebenarnya dari spanduk ini saja bisa ketahuan kok partai mana yang punya banyak dana (hehehe piss ah). Supaya lebih afdol spanduk-spanduk tersebut juga memuat banyak slogan dan janji-janji apabila bla…bla…bla…yang menunjukan bahwa mereka adalah orang-orang yang down to earth alias merakyat, sehingga nantinya pasti akan menerapkan kebijakan pro rakyat. Padahal kenyataannya….who knows???
|
|
Read more...
|
|
Aku Wanita Bukan Psikolog |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 07 October 2009 07:21 |
|
Dua reaksi yang biasanya terjadi bagi orang yang berhadapan dengan psikolog, yaitu menghindar atau justru mendekat. Menghindar karena tidak mau “dibaca”, mendekat karena justru ingin “dibaca”. Persepsi yang salah di kalangan masyarakat awam bahwa psikolog adalah orang yang bisa “membaca” seseorang dengan sekali pertemuan. Kalau begitu psikolog tak ubahnya seperti paranormal doank....karena suatu kesalahan besar kalau psikolog dianggap bisa langsung “membaca” orang dengan sekali perkenalan. Psikologi adalah ilmu ilmiah jadi otomatis dasar-dasar ilmunya juga harus ilmiah dan dapat dibuktikan. Menilai orang pun harus terstruktur dan tidak bisa asal menarik kesimpulan, semuanya harus berdasarkan analisa yang kuat dan lama jadi tidak bisa secara instant.
Kalau reaksi pertama lelaki ini adalah mendekat. Karena apa??? Hmmm mungkin lebih baik langsung bertanya saja dengan lelaki ini nanti yach....yang pasti lelaki ini awalnya merasa nyaman dan bisa bercerita apa saja secara terbuka tanpa khawatir akan dihakimi atau akan dibocorkan ceritanya, lalu dikarenakan sifat lelaki ini yang tidak mau kalah dengan wanita maka ada perasaan ingin membuktikan kalau wanita ini salah, dan diikuti dengan munculnya keinginan untuk menaklukan wanita ini.
|
|
Last Updated on Thursday, 08 October 2009 09:21 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |
Menu Utama
Anda Tamu ke
 | Hari ini | 17 |
 | Kemarin | 42 |
 | All | 22951 |
Sedang Online
We have 1 guest online

Powered by Joomla!.
Designed by:
Valid XHTML and CSS.